JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Marzuki Alie, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, mengatakan, selebaran yang dibagi-bagikan pada kampanye tertutup capres M Jusuf Kalla di Asrama Haji Medan pada 24 Juni dapat memecah belah bangsa.
Selebaran tersebut menyatakan bahwa Herawati, istri cawapres Boediono, beragama Katolik. “Selebaran tersebut berbau SARA dan dapat memecah belah bangsa. Memangnya penganut agama lain tidak berhak menjadi pemimpin? Ini pelecehan terhadap agama orang lain,” ujar Marzuki pada jumpa pers, Kamis (25/6) di Bravo Media Center, Jakarta.
Marzuki melanjutkan, kejadian tersebut merupakan puncak dari serentetan kejadian kubu JK-Wiranto yang cenderung memojokkan kubu SBY-Boediono. Namun, selama ini kejadian tersebut tidak pernah diungkap ke permukaan karena kurangnya bukti-bukti yang kuat. “Namun, kali ini kami sudah memiliki rekaman dan bukti-bukti lainnya,” ujarnya.
Marzuki juga meminta para kontender lain beserta tim kampanye nasionalnya tidak mengotori pilpres demi kepentingan-kepentingan jangka pendek. Sebaliknya, mereka diminta konsisten berkomitmen untuk mendukung terselenggaranya pemilu damai seperti yang dikumandangkan pada saat deklarasi damai di Hotel Bumi Karsa, 10 Juni.
Source : Kompas.com